Kehamilan terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan).Lanjut ke judul pada intinya kini yang akan dibahas tentang beberapa kejadian yang dialami oleh wanita hamil yang namun enggan untuk di tanyakan. seorang dokter bealih-alih mengutarakan mengutarakan pertanyaan ketika pemeriksaan kehamilan, ibu hamil justru melontarkannya saat mereka sedang terengah-engah selamaa melahirkan dan ini bukan waktu yang baik untuk bertanya. 

Seorang Dokter spesialis kandungan mencatat bahwa rata-rata ibu hamil memiliki banyak pertanyaa, terlebih ketika kian mendekati hari persalinan. namun sayangnya, pertanyaan ini kerap urung ditanyakan oleh para ibu hamil.  


Baca juga : Penyebab sesak nafas pada saat kehamilan


Pertanyaan Kehamilan yang Sungkan ditanyakan

Agar Bunda tidak mengalami kondisi semacam itu, coba pahami pertanyaan yang biasanya muncul di benak beserta jawabannya berikut ini.

Normalkah bila ibu hamil mengeluarkan banyak cairan dari vagina selama hamil?
Keluarnya cairan dari vagina dapat disebabkan karena kondisi pecah ketuban. Namun pada kondisi selain itu, seorang dokter kandungan dapat mengatakan bahwa keluar cairan dari vagina selama hamil merupakan hal normal. Ini karena ibu hamil mengalami perubahan hormon yang signifikan, ditambah meningkatnya aliran darah ke panggul. Kondisi yang perlu dikhawatirkan yaitu bila keluarnya cairan diiringi rasa nyeri, gatal, atau perih. Waspadai juga jika berbau busuk atau sangat berair. Hal ini mungkin menunjukkan adanya infeksi di daerah kewanitaan.

Normalkah bila ibu hamil mengalami masalah pencernaan dan kentutnya berbau tidak sedap secara berlebihan?
Ya, masalah ini normal bagi ibu hamil seiring menurunnya efisiensi sistem pencernaan. Dan lagi-lagi perubahan hormon yang menjadi akar masalah. Sekitar 85 persen ibu hamil mengalami ketidaknyamanan berupa morning sickness atau mual dan muntah, serta kembung pada awal kehamilan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi yang secara bertahap menjadi refluks asam lambung ini pada nantinya dapat menjadi gangguan pencernaan.
Untuk meringankan konstipasi atau sembelit, pastikan Bunda meminum air putih yang banyak, mengonsumsi makanan kaya serat, sayuran dan buah-buahan. Ibu hamil juga dapat menggunakan obat pelunak tinja sesuai anjuran dokter bila memang diperlukan.
Sementara untuk mengurangi nyeri ulu hati, makanlah secara sering dengan porsi kecil, hindari makanan pedas dan asam, serta berbaring dengan menyangga punggung menggunakan bantal tambahan. Namun, bila gangguan pencernaan yang dialami terus berlanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apakah Bunda mengalami kelebihan berat badan?
Untuk sebagian ibu hamil, pertanyaan ini mungkin dirasa sensitif sehingga enggan untuk ditanyakan pada dokter. Padahal, topik ini penting untuk didiskusikan karena berat badan merupakan aspek penting untuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter tentang berapa berat idealmu selama hamil.

Jika suami menjadi takut melakukan hubungan seksual ketika Bunda hamil, apa yang harus dilakukan?
Berhubungan seksual merupakan ketakutan yang nyata bagi suami saat istrinya hamil. Mungkin para suami berpikir bahwa dengan berhubungan seksual bisa menyakiti bayi. Konsultasikanlah kepada dokter kandunganmu mengenai kapan boleh berhubungan intim dan apakah kandungan Bunda memiliki risiko tertentu sehingga perlu untuk berpuasa seks. Bila dokter menyatakan aman untuk melakukan hubungan seks, cobalah meyakinkan suami berkali-kali bahwa seks tidak akan menyakiti Bunda dan bayi.

Apakah persalinan akan merusak vagina?
Tentu saja tidak. Jangan mengkhawatirkan ukuran vaginamu karena vagina diciptakan dengan daya lentur yang bisa menyesuaikan ketika persalinan kemudian berkontraksi kembali kepada ukuran normalnya. Untuk membantu menguatkan otot-otot vagina, 
Bunda bisa melakukan senam kegel sebanyak 4-5 kali sehari setelah melahirkan.
Senam kegel relatif mudah dilakukan, caranya dengan mengontraksikan otot panggul seolah-olah sedang menahan kencing selama beberapa detik, kemudian melemaskannya lagi. Lakukan sepuluh set tiap kalinya.

Akankah Bunda buang air besar saat berlangsungnya proses persalinan?
Bila ususmu penuh, bisa saja kamu mengeluarkan kotoran saat mengejan untuk mengeluarkan bayi. Ini karena usus besar terletak di bawah rahim dan saat mengejan dapat berefek menekan daerah usus serta anus. Namun, jangan mencemaskan buang air besar, fokuslah pada bayimu. Ingatlah bahwa orang-orang di ruang persalinan hadir untuk mendukung dan membantumu. Selain itu, para profesional medis memiliki kesadaran terhadap privasi dan martabat pasien.

Setelah melahirkan, mengapa berhubungan seksual terasa lebih sakit?
Pasca persalinan, Bunda masih memiliki luka trauma yang akan membutuhkan waktu untuk pulih. Ditambah lagi, bila Bunda menyusui maka kadar hormon berubah sehingga memicu masalah lubrikasi vagina. Cobalah menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Selain itu, berikanlah waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan seks pasca persalinan. Konsultasikan kepada dokter bila kondisi Bunda tidak kunjung membaik setelah beberapa bulan.

Benarkah Bunda tidak dapat mengendalikan kandung kemih setelah melahirkan?
Makin mendekati hari persalinan, kontrol kandung kemih menjadi lebih lemah. Selanjutnya kontrol kandung kemih cenderung menurun setelah melahirkan. Namun, biasanya kondisi ini akan membaik dalam enam minggu hingga tiga bulan pasca persalinan. Selain itu, senam kegel juga dapat membantu melalui kondisi ini. Bunda juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi ini untuk berjaga-jaga terhadap adanya masalah kesehatan tertentu.

Selain tanya-jawab di atas, tentu saja masih ada beberapa pertanyaan yang perlu Bunda tanyakan sendiri kepada dokter kandungan karena jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung kepada kondisi Bunda serta kemampuan, keterbatasan, serta opini dokter. disarankan tidak ada salahnya mencatat pertanyaan terlebih dahulu sebelum agar tidak lupa ketika mau ditanya kepada dokter. 



------------------------------------------------------------------------------

Share... semoga info ini bermanfaat bagi bunda yang sedang hamil maupun calon bunda..


sumber : www.alodokter.com

0 komentar:

Posting Komentar

Ikuti Update Kami